SwapSpace – Pertukaran Crypto Lintas Rantai

Analisis harga Bitcoin: Rekor tertinggi sepanjang masa, fluktuasi pasar, dan apa selanjutnya

NerdyPotato

,

Diperbarui: ,11 mnt

Pada tanggal 6 Oktober, kami menyaksikan Bitcoin kembali mencetak all-time high ketika harganya mencapai lebih dari $126.000 per koin dan kapitalisasi pasar mencapai $2,15 triliun. Berbeda dengan 2017 dan 2021, kenaikan ini lebih bertahap daripada lonjakan mendadak, dengan harga Bitcoin sempat menguji batas di akhir 2024 lalu menembusnya beberapa kali pada 2025, melampaui angka $110.000 dan sangat dekat dengan $120.000.

Namun, membuat investasi yang baik di BTC berarti memahami cara kerjanya di pasar melampaui sekadar pertumbuhan umum. Anda juga perlu memahami dengan baik mengapa harganya berfluktuasi pada waktu tertentu (seperti koreksi 4 November). Pengetahuan ini akan membantu Anda menangkap tren dan tidak keluar di waktu yang buruk, sehingga aset dan potensi imbal hasil Anda tidak berisiko.

Jadi, mari kita lihat apa yang sedang terjadi di pasar crypto dan apakah ada sinyal rekor Bitcoin berikutnya di masa depan.

All-time high terbaru dan faktor-faktor utama di baliknya

Pertama, penting untuk menyebut faktor-faktor yang mendorong reli Bitcoin ini dan bagaimana perbedaannya dari reli sebelumnya. Dan perbedaannya signifikan.

ETF Bitcoin spot

A spot Bitcoin ETF (exchange-traded fund) adalah sarana berharga untuk mendapatkan akses ke Bitcoin bagi broker dan trader tradisional. Instrumen ini merepresentasikan cryptocurrency di pasar saham tradisional sebagai saham dari sebuah dana yang benar-benar memilikinya. Harga ETF merepresentasikan valuasi Bitcoin secara real-time. Satu-satunya perbedaan antara opsi ini dan benar-benar membeli Bitcoin adalah Anda tidak perlu membuat wallet crypto wallet karena dana ETF membeli Bitcoin atas nama klien mereka (di sini, dukungan saham dengan aset nyata adalah suatu keharusan).

Selama setahun terakhir, arus masuk bersih ETF spot Bitcoin melampaui $62,32 miliar.

Mengapa ini penting? Ini tidak hanya memungkinkan lebih banyak investor tradisional membeli Bitcoin melalui instrumen yang sudah mereka kenal, tetapi juga menunjukkan minat terhadap mata uang ini pada tingkat yang lebih luas. Pada Oktober 2025, BlackRock sendiri mengakuisisi Bitcoin senilai $211 juta atas nama kliennya. Di antara klien tersebut ada Nvidia, Microsoft, Apple, Amazon, serta bank, sovereign wealth fund, dan lembaga keuangan maupun non-keuangan lainnya.

👆 Kesimpulan: Semakin besar arus masuk ETF Bitcoin, semakin besar minat dari institusi. Dan dengan meningkatnya minat institusional, aset ini menjadi semakin kuat.

Permintaan institusional dan kematangan pasar

Sejak 2020, Bitcoin dipandang sebagai aset yang layak dibeli dan disimpan. Pada tahun itu, misalnya, MicroStrategy mengakuisisi Bitcoin senilai $250 juta sebagai aset cadangan treasury.

Masuknya institusi ke pasar menunjukkan dampak yang beragam pada koin ini: setelah masuknya institusi pada akhir 2020awal 2021, Bitcoin mengalami periode volatilitas yang meningkat pada 2021-2022. Setelah periode tersebut, koin ini terus tumbuh secara stabil.

Alasannya sederhana: ketika institusi besar berinvestasi pada suatu aset, mereka berdagang dalam volume dan nilai moneter yang lebih besar. Dan meskipun institusi masih menganggap Bitcoin sebagai aset berisiko yang perlu dipertimbangkan untuk dijual ketika pasar bergejolak, terkadang mereka juga menyeimbangkan dampak dari penjualan besar.

Misalnya, besok satu perusahaan ingin menjual Bitcoin senilai $10 juta. Jika tidak ada institusi yang memperdagangkannya, harga akan turun signifikan karena trader ritel tidak mampu menutup order jual sebesar itu dengan cukup cepat. Ini bisa memicu beberapa aksi jual panik dari investor ritel yang lebih kecil, kurang berpengalaman, atau mereka yang menganggap Bitcoin sebagai aset jangka pendek, yang akan mendorong harga BTC turun lebih jauh.

Namun jika ada investor institusional lain (atau beberapa) di sekitar, mereka lebih mungkin segera menyerap order jual tersebut pada harga pasar saat ini, menjaga nilai koin tetap bertahan dan membuat semua orang tetap tenang. Tentu saja, ini tidak melindungi kita dari situasi ketika semua orang ingin menjual aset mereka dengan cepat, tetapi skenario itu lebih kecil kemungkinannya dibandingkan terjadinya penjualan besar.

Jenis institusi lain yang menunjukkan minat pada Bitcoin (dan terkadang cryptocurrency lainnya) adalah pemerintah. Kita tidak sedang membicarakan El Salvador atau Republik Afrika Tengah yang mengadopsi Bitcoin sebagai alat pembayaran sah (meskipun negara terakhir mencabut keputusan ini pada April 2023). Yang dimaksud adalah AS yang memasukkan cryptocurrency ke dalam cadangan strategis, serta Bitcoin yang diterima untuk pembayaran pajak di beberapa lokasi (seperti Colorado, AS, dan Zug, Swiss).

Namun adopsi institusional juga memiliki kelemahan potensial lainnya: sebelum perusahaan keuangan tradisional beralih ke Bitcoin, dunia crypto hidup dalam ekosistem yang terpisah. Kini, Bitcoin juga terikat pada pasar keuangan tradisional, dan pengaruhnya menyebar ke semua cryptocurrency lainnya melalui jalur itu.

👆 Kesimpulan: Bitcoin bukan lagi digerakkan oleh retail. Kini ia adalah aset yang digerakkan institusi dengan penerapan yang lebih luas dan peluang yang lebih besar, serta lebih banyak titik pengaruh terhadap harganya.

Halving Bitcoin

Halving Bitcoin adalah peristiwa yang memangkas setengah hadiah dari mining setiap 210.000 blok. Yang terakhir (halving keempat) terjadi pada 20 April 2024, dan berikutnya diperkirakan pada 2028.

Halving adalah mekanisme yang sangat baik untuk menciptakan nilai. Pasokan Bitcoin dari mining menjadi semakin langka, banyak investor memilih hold, dan banyak lainnya ingin membeli koin ini sambil menantikan lonjakan Bitcoin berikutnya di masa depan.

Selain itu, belum pernah ada peristiwa dalam sejarah Bitcoin yang berujung pada penurunan harga. Halving pertama memicu kenaikan harga sebelas kali lipat dalam rentang enam bulan, yang kedua menambah sekitar 36% terhadap nilai Bitcoin sebelum halving, peristiwa ketiga hampir menggandakan harganya (+82,6%), dan orang-orang bahkan tidak menunggu halving keempat terjadi, karena lonjakan harga sudah dimulai sebelumnya.

✍️ Penting! Seiring meningkatnya permintaan karena minat institusional yang terus tumbuh, hadiah mining yang lebih rendah berarti pasokan Bitcoin yang lebih sedikit di masa depan, yang berarti pergeseran dalam keseimbangan penawaran/permintaan dan harga yang meningkat.

Reli Bitcoin: Sentimen pasar

Saat ini, Bitcoin berada dalam fase fear menurut indeks fear & greed yang dikelola oleh bursa crypto besar dan firma intelijen crypto seperti Binance dan CoinMarketCap. Dengan skor 29 dari 100, koin ini belum berada pada extreme fear yang akan memicu panic selling besar-besaran, tetapi orang-orang dan institusi masih lebih banyak menjual daripada membeli.

Salah satu alasan utama posisi ini (dan perubahannya yang mendadak, karena baru bulan lalu Bitcoin masih netral di angka 47) adalah pengumuman terbaru tentang tarif baru terhadap China dan kontrol ekspor baru pada perangkat lunak.

Pengumuman ini memicu peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarah crypto, dengan nilai aset yang dilikuidasi mencapai $19,2 miliar. Peristiwa ini membuat total kapitalisasi pasar crypto turun dari $4,24 triliun menjadi $3,79 triliun hanya dalam dua hari.

Di sisi lain, banyak perusahaan yang sudah berinvestasi di crypto menunjukkan keyakinan pada aset mereka. MicroStrategy menambah 220 BTC lagi, dan BitMine Immersion Technologies menambahkan 104.336 ETH ke treasury Ethereum perusahaan mereka.

Pandangan institusi besar terhadap crypto juga menunjukkan kontras, meskipun hal ini sudah terjadi sejak awal adopsi crypto.

Jamie Dimon, Chairman dan CEO JPMorgan Chase, misalnya, mengatakan, “Pada suatu titik nanti kita akan memiliki semacam mata uang digital. Saya tidak anti-crypto. Anda tahu, Bitcoin sendiri tidak memiliki nilai intrinsik. … Saya menghargai kemampuan Anda untuk ingin membeli atau menjualnya. Sama seperti menurut saya Anda punya hak untuk merokok, tapi saya rasa Anda seharusnya tidak merokok!”

CEO BlackRock Larry Fink mengambil posisi yang lebih positif namun tetap berhati-hati: “Ada peran untuk crypto, sama seperti ada peran untuk emas, yaitu sebagai alternatif.” Ia juga menambahkan, “Bagi mereka yang ingin melakukan diversifikasi, ini bukan aset yang buruk, tetapi saya tidak percaya bahwa aset ini harus menjadi komponen besar dalam portofolio Anda.”

Pada saat yang sama, para pakar Wall Street masih memiliki pandangan positif terhadap koin ini, dengan banyak yang mendukung kemungkinan Bitcoin mencapai harga $1 juta dalam lima tahun. Gagasan ini juga didukung oleh investor besar yang secara aktif mengakuisisi Bitcoin dalam bentuk ETF.

Penurunan harga terbaru: tren atau kebetulan?

Pada 4 November, kami menyaksikan penurunan signifikan harga Bitcoin, di bawah $100.000 atau sebesar 21%. Kini, koin ini sedang berupaya stabil di kisaran $104.000-$106.000.

Namun apakah penurunan tajam ini merupakan peristiwa satu kali atau tren Bitcoin yang umum? Mari kita lihat dari berbagai sisi.

Konteks historis: koreksi bull market dan kejatuhan bear market

Kita sebenarnya sudah pernah melihat peristiwa serupa di masa lalu, tepatnya pada 2017, 2018, dan 2021.

Kemiripan paling besar dapat ditemukan pada tahun 2017 dan 2021: Bitcoin mengalami bull run yang serupa dengan pullback tajam sebesar 30% atau lebih, yang tidak pernah mempertahankan tren naik terlalu lama. Dengan mempertimbangkan peristiwa-peristiwa ini, kita bisa mengatakan bahwa meskipun tajam, koreksi seperti ini bukan hal yang aneh bagi Bitcoin.

Namun pada 2018, gambarnya berbeda: selama setahun, Bitcoin perlahan-lahan kehilangan lebih dari 80% nilainya. Meskipun peristiwa ini juga terkait dengan skenario penurunan harga, kondisinya tidak mirip dengan apa yang terjadi sekarang: penurunan pada 2018 lambat dan bertahap, bukan tajam.

Dari yang terlihat, ini adalah koreksi bull run yang normal bagi Bitcoin.

Konteks ekonomi dan politik saat ini

Dari sudut pandang saat ini, situasinya juga tampak dapat dijelaskan.

Pertama, kita melihat penutupan pemerintahan U.S. yang berkepanjangan, yang menciptakan ketidakpastian dan memicu sentimen “risk-off” di kalangan investor. Ditambah dengan pernyataan terbaru dari pejabat AS yang menurunkan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga berikutnya dari Federal Reserve, dan lihat mengapa investor besar mulai memilih opsi yang lebih aman seperti obligasi.

Ini menyebabkan arus masuk dari institusi menurun dan arus keluar meningkat, yang sudah menekan harga karena order jual besar. Alasan tambahan untuk menjual bagi investor seperti itu juga bisa berupa taking profit setelah menyimpan aset dalam jangka panjang.

Namun Bitcoin (dan seluruh pasar crypto) bukan satu-satunya yang sedang mengalami gejolak saat ini. Seluruh pasar saham global juga terdampak.

Di AS, Nasdaq dan S&P 500 mencatat penurunan persentase harian terbesar dalam hampir sebulan, masing-masing turun 2% dan sedikit di atas 1%. Pasar Asia mencatat penurunan paling tajam dalam tujuh bulan, dengan indeks Jepang dan Korea Selatan turun lebih dari 5%. Dan meskipun pasar Eropa tidak turun sedrastis itu, di sana pun masih terlihat sedikit pelemahan.

Penyebabnya? Terutama, keraguan seputar AI.

Perusahaan besar (juga disebut “hyperscalers”) seperti Alphabet (pemilik Google), Microsoft, dan Meta terus menggelontorkan miliaran dolar ke perlombaan senjata AI, sementara hasil dari investasi tersebut belum jelas bagi investor. Hal ini memicu gelombang keraguan dan kritik terhadap teknologi tersebut, dengan beberapa pakar membandingkan pasar AI dengan gelembung dot-com.

Bagi investor, saham perusahaan AI juga mulai menjadi aset risk-on, meskipun lebih tidak volatil dan didukung lebih baik. Dan ketika mengikuti buku pedoman risk-off, investor biasanya menyingkirkan aset paling berisiko terlebih dahulu, dan itu juga mencakup Bitcoin.

Apa selanjutnya untuk Bitcoin: Koreksi atau kelanjutan?

Sebelum kita menarik proyeksi apa pun, penting untuk diingat: Bitcoin melayani pasar crypto bukan hanya sebagai cryptocurrency. Selain itu, Bitcoin juga menjadi barometer pasar.

Sama seperti indeks S&P mencerminkan kesehatan pasar saham AS, Bitcoin menandakan kondisi pasar crypto. Kenaikan atau penurunan tajam harganya akan memengaruhi setiap altcoin dan token lainnya. Secara angka, koefisien korelasi Pearson antara Bitcoin dan altcoin (tidak termasuk stablecoin) berada di antara 0,7 dan 0,9, yang menunjukkan hubungan yang cukup kuat.

✍️ Penting: Jika harga Bitcoin naik, aset crypto lainnya kemungkinan juga akan naik. Jika Bitcoin tiba-tiba turun, ia bisa menyeret seluruh pasar crypto bersamanya.

Mengapa? Terutama karena Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar terbesar, sampai-sampai pasar crypto sering diukur melalui dominasi Bitcoin (kapitalisasi pasar BTC sebagai persentase dari total kapitalisasi pasar crypto). Selain itu, karena Bitcoin adalah yang pertama. Akhirnya, kedua faktor ini membuat Bitcoin mendapat banyak perhatian, sampai-sampai seseorang mungkin tidak tahu apa itu blockchain, tetapi akan mengetahui perkiraan harga Bitcoin.

Narasi Bitcoin sebagai “emas digital” semakin menguat. Saat ini, Bitcoin adalah aset yang tidak terlalu berguna dalam kehidupan sehari-hari atau terlalu menguntungkan untuk dimiliki dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, Bitcoin bisa meningkat nilainya secara signifikan selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun. Itu potensi yang bagus untuk melindungi uang dari inflasi dan bahkan menumbuhkan kekayaan. Sebuah catatan kecil: pada 1960-an, satu ons emas harganya sekitar $35 (kira-kira $383 dalam daya beli saat ini). Pada Oktober 2025, harganya sekitar $4.100.

Institusi yang masuk ke pasar dengan order besar adalah pengubah permainan lain yang bisa berdampak positif pada Bitcoin. Institusi besar yang mengakuisisi aset berarti mereka akan meminta pemerintah mengadopsi regulasi dan alat untuk mengelola aset tersebut. Ini berarti pintu untuk adopsi crypto yang lebih luas mungkin terbuka kapan saja, dan semakin banyak penggunaan akan menghasilkan lebih banyak peredaran dan kesehatan yang lebih baik.

Kesimpulan

Bitcoin jelas sedang merencanakan bull run. Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, baik institusi maupun retail akhirnya selaras dalam minat dan akses, dan mereka bergerak menuju minat tersebut dengan kecepatan masing-masing. Ditambah semua kemajuan infrastruktur yang telah dicapai komunitas crypto (misalnya, jaringan Lightning, tokenisasi aset riil, atau mobile wallet dengan UI/UX yang hebat), dan tidak sulit untuk percaya bahwa kita berada di ambang langkah berikutnya dalam evolusi keuangan, di mana crypto berjalan beriringan dengan aset dan mata uang tradisional, dan rekor Bitcoin baru akan terjadi.

Pasar crypto saat ini secara keseluruhan berkembang dari wild west dengan risiko tinggi menjadi fenomena yang lebih tersistem dan teregulasi yang menawarkan pemahaman yang lebih jelas tentang kondisinya serta keputusan investor yang lebih terinformasi.

Dan jika Anda ingin berinvestasi di Bitcoin sendiri, cek alat pembelian crypto kami atau tukar crypto dengan salah satu partner kami. Dan jika Anda ingin membaca berita Bitcoin lainnya (dan lebih banyak topik terkait crypto), kunjungi blog kami.

FAQ

Apa yang menyebabkan all-time high Bitcoin terbaru?

All-time high Bitcoin sebesar $126.000 pada Oktober 2025 didorong oleh arus masuk yang kuat ke ETF Bitcoin spot, investor institusional yang meningkatkan kepemilikan mereka, dan pasokan Bitcoin yang terbatas setelah halving 2024. Faktor-faktor ini secara bersama-sama menciptakan permintaan yang berkelanjutan dan reli Bitcoin yang stabil.

Bagaimana ETF Bitcoin memengaruhi harga BTC?

ETF Bitcoin spot memungkinkan investor tradisional mendapatkan eksposur ke Bitcoin melalui instrumen keuangan yang teregulasi. Arus masuk ETF yang terus bertumbuh — lebih dari $62 miliar pada 2025 — menunjukkan meningkatnya kepercayaan institusional, yang secara langsung meningkatkan likuiditas pasar dan menopang harga BTC.

Apa peran investor institusional dalam stabilitas harga Bitcoin?

Investor institusional membantu menstabilkan Bitcoin dengan menangani volume beli dan jual yang besar. Partisipasi mereka mengurangi volatilitas yang dipicu kepanikan seperti yang terlihat pada bull market sebelumnya. Perusahaan seperti BlackRock, MicroStrategy, dan bank-bank besar kini memegang posisi Bitcoin yang signifikan, menambah kredibilitas jangka panjang dan kematangan pada pasar crypto.

Bagaimana halving Bitcoin memengaruhi harganya?

Halving Bitcoin, yang terjadi setiap empat tahun, memangkas hadiah mining menjadi setengah, sehingga mengurangi pasokan BTC baru. Secara historis, setiap halving selalu mendahului lonjakan besar Bitcoin karena permintaan melampaui pasokan. Halving 2024 membantu mendorong reli Bitcoin 2025, dengan analis memperkirakan pola serupa pada siklus mendatang.

Bagaimana prospek harga Bitcoin setelah koreksi terbaru?

Setelah koreksi 21% di bawah $100.000 pada November 2025, analis memandang ini sebagai pullback bull market yang normal, bukan awal dari tren turun. Analisis Bitcoin menunjukkan bahwa arah jangka panjang tetap bullish, didukung oleh arus masuk ETF, permintaan institusional yang kuat, dan tren adopsi global di pasar crypto saat ini.

Bagikan:

Postingan Terkait

Ingin tahu lebih banyak?

Bergabunglah dengan newsletter kami — tetap terinformasi, tetap berdaya.