SwapSpace – Pertukaran Crypto Lintas Rantai

Mengapa bursa seperti Binance menghapus token dari daftar (dan apa dampaknya terhadap harga)

Alien Mind

,

Diperbarui: ,4 mnt

Listing token di bursa kripto besar seperti Binance adalah bagian penting dari kesuksesan dan likuiditas sebuah aset digital. Terdaftar di platform ternama memberikan visibilitas yang signifikan, volume perdagangan yang meningkat, dan tanda kredibilitas. Namun, delisting dapat terjadi karena berbagai alasan, yang berdampak pada proyek maupun investornya. Baru-baru ini, Binance mengumumkan delisting Waves (WAVES), OMG Network (OMG), NEM (XEM), dan Wrapped NXM (WNXM), yang telah mengguncang komunitas kripto. Kami akan membahas alasan yang menyebabkan delisting token di bursa seperti Binance dan bagaimana hal itu memengaruhi harga token.

Alasan delisting token 

Kepatuhan regulasi

Salah satu alasan utama token didelisting adalah kepatuhan regulasi. Bursa seperti Binance beroperasi di berbagai yurisdiksi, masing-masing dengan kerangka regulasinya sendiri. Agar tetap patuh, bursa harus meninjau aset yang terdaftar dari waktu ke waktu untuk memastikan aset tersebut memenuhi persyaratan regulasi. Kriteria peninjauan mencakup dedikasi tim pengembang, kualitas dan tingkat aktivitas pengembangan, volume perdagangan, likuiditas, stabilitas jaringan, komunikasi publik, dan kontribusi terhadap ekosistem kripto yang berkelanjutan. Hal ini membantu bursa menghindari denda besar atau larangan operasional, sehingga mereka dapat terus beroperasi dengan lancar.

Sebagai contoh, pada tahun 2020, Binance mendelisting beberapa token, termasuk BitTorrent (BTT), karena kekhawatiran regulasi di negara tertentu. Ketika token tidak dapat mematuhi regulasi, hal itu dapat menyebabkan denda besar dan pembatasan operasional, memaksa bursa untuk mendelisting aset yang tidak patuh sebelum masalah muncul. 

Contoh lainnya adalah delisting Aragon (ANT), Multichain (MULTI), Vai (VAI), dan Monero (XMR) pada 20 Februari 2024. Keputusan ini merupakan bagian dari proses evaluasi rutin Binance, yang memastikan semua token yang terdaftar memenuhi standar tinggi bursa.

Volume perdagangan rendah

Volume perdagangan yang rendah adalah faktor penting lain yang menyebabkan delisting. Bursa biasanya memperoleh pendapatan dari biaya transaksi, sehingga token dengan aktivitas perdagangan minimal kurang menguntungkan. Selain itu, volume perdagangan yang rendah dapat menunjukkan bahwa investor mulai kehilangan minat pada token tersebut atau proyek itu sendiri sedang gagal. Dalam kasus terbaru, Binance mendelisting WAVES, OMG, XEM, dan WNXM karena mereka tidak mampu memenuhi standar dan persyaratan industri bursa. Delisting token seperti ini membantu bursa meningkatkan penawaran mereka dan fokus pada aset dengan aktivitas perdagangan dan minat investor yang lebih tinggi.

Demikian pula, pada tahun 2021, Binance mendelisting token seperti Harmony (ONE) dan Storj (STORJ) karena volume perdagangan yang rendah dan masalah likuiditas. Delisting token seperti ini membantu bursa menyederhanakan penawaran mereka dan fokus pada aset dengan aktivitas perdagangan dan minat investor yang lebih tinggi.

Kegagalan proyek dan scam

Proyek kripto dapat gagal atau ternyata merupakan scam, sehingga bursa perlu mendelisting token mereka untuk melindungi investor. Proyek yang gagal memenuhi janji atau menindaklanjuti rencana mereka kemungkinan besar akan menghadapi delisting. Menghapus proyek seperti ini adalah cara bursa untuk menjaga reputasi mereka dan melindungi pelanggan dari potensi ancaman serta kemungkinan kerugian yang disebabkan oleh proyek yang curang atau sudah tidak aktif. 

Dampak delisting pada harga token

Delisting sebuah token biasanya menyebabkan penurunan harga yang tajam. Hilangnya akses ke platform perdagangan utama mengurangi likuiditas dan visibilitas token, sehingga menurunkan kepercayaan investor. Menyusul pengumuman terbaru Binance, harga WAVES, OMG, XEM, dan WNXM anjlok signifikan, dengan WAVES turun lebih dari 25% dan diperdagangkan di $1,77. Volume perdagangan WAVES melonjak lebih dari 900% saat trader dan investor melakukan penyesuaian cepat terhadap kepemilikan mereka. Demikian pula, harga OMG, WNXM, dan XEM masing-masing turun lebih dari 25%, 3%, dan 29%. Pengumuman delisting sering kali memicu sentimen negatif, yang berkontribusi pada penurunan harga.

Menariknya, pengumuman tersebut menyebabkan perdagangan futures yang masif, dengan open interest futures WAVES, OMG, dan XEM melonjak lebih dari 100%. Pergerakan ini kemungkinan dipicu oleh perubahan margin dan penyesuaian perdagangan.

Empat bulan setelah Monero (XMR) mengalami penurunan signifikan pada awal Februari akibat delisting dari Binance dan bursa kripto besar lainnya, aset ini berhasil bangkit kembali dan melampaui level sebelumnya. Pada 7 Juni 2024, Monero naik 25%, melampaui nilai dari titik saat sebelumnya anjlok. 

Strategi untuk investor

Diversifikasi

Investor dapat mengurangi risiko yang terkait dengan delisting token dengan mendiversifikasi portofolio mereka. Memegang campuran antara kripto yang sudah mapan dan token baru yang menjanjikan dapat mengurangi dampak delisting dari satu token. Diversifikasi menyebarkan risiko ke berbagai aset, sehingga peristiwa delisting tidak berdampak signifikan pada nilai portofolio secara keseluruhan.

Tetap terinformasi

Selalu mengikuti berita dan pembaruan dari bursa maupun proyek token adalah cara untuk memahami pasar. Investor harus memantau pengumuman terkait perubahan regulasi, perkembangan proyek, dan kebijakan bursa. Kesadaran dini terhadap potensi risiko delisting dapat memberi investor kesempatan untuk membuat keputusan yang tepat, seperti menjual token sebelum delisting terjadi.

Memanfaatkan bursa alternatif

Jika sebuah token didelisting dari bursa besar seperti Binance, token tersebut mungkin masih diperdagangkan di bursa yang lebih kecil atau bursa terdesentralisasi. Investor dapat beralih ke platform ini dan memperdagangkan token yang didelisting, tetapi dengan likuiditas yang lebih rendah dan risiko yang lebih tinggi. Memiliki akun di beberapa bursa dapat memberikan fleksibilitas dan mengurangi dampak delisting token dari satu platform saja.

Kesimpulan

Delisting token dari bursa besar seperti Binance dapat berdampak signifikan pada harga token dan sentimen investor. Memahami alasan di balik delisting, seperti kepatuhan regulasi, volume perdagangan rendah, dan kegagalan proyek, dapat membantu investor memahami risikonya dan mengambil tindakan untuk menguranginya. Dengan menerapkan strategi seperti diversifikasi, tetap terinformasi, dan memanfaatkan bursa alternatif, investor dapat mengelola portofolio mereka dengan lebih baik dan memitigasi dampak buruk delisting token.

Singkatnya, meskipun delisting token bisa menjadi tantangan, bersiap dan proaktif dapat membantu investor melindungi investasi mereka dan terus berkembang di pasar kripto yang dinamis.

Bagikan:

Postingan Terkait

Ingin tahu lebih banyak?

Bergabunglah dengan newsletter kami — tetap terinformasi, tetap berdaya.