SwapSpace – Pertukaran Crypto Lintas Rantai

Pengingat tentang Pola Grafik Perdagangan Populer di Crypto

John Martin

,

Diperbarui: ,5 mnt

Pola Candlestick adalah alat universal dalam arsenal trader crypto. Memahami cara membaca pola grafis dengan benar memungkinkan trader menganalisis tren pasar dan membuat keputusan trading terbaik yang dapat mendatangkan profit.

Semakin baik Anda memahami analisis teknikal, semakin besar kemungkinan Anda mendapatkan manfaat maksimal dari tren bullish dan bearish. Kami sangat merekomendasikan menggabungkan trading pola candle dengan trading garis tren, sehingga seseorang dapat menggunakan bukan hanya analisis candle dalam trading, tetapi juga mengombinasikannya dengan metode analisis teknikal lainnya.

Bagaimanapun, mari kita bahas berbagai pola dasar analisis candlestick yang digunakan trader dan cara mengenalinya pada chart dengan contoh. Kami berharap, pada akhir artikel ini, Anda dapat mengidentifikasi pola grafis seperti seorang profesional.

Apa Itu Pola dalam Trading?

Sebelum beralih ke berbagai jenis pola trading, kita menentukan candlestick yang digunakan dalam trading.

Candle dalam trading menunjukkan pergerakan harga aset tertentu selama periode waktu tertentu. Candle memperlihatkan waktu pembukaan, maksimum, minimum, dan penutupan untuk timeframe yang dipilih. Biasanya, orang melakukan trading berdasarkan timeframe atau candlestick 1, 2, dan 4 jam, serta timeframe harian, mingguan, dan bulanan. Namun, semua pola yang dijelaskan dalam artikel ini juga dapat diterapkan pada timeframe dan candlestick yang lebih rendah, seperti 1, 15, dan 30 menit. Tetapi perlu berhati-hati pada timeframe serendah itu, karena pasar crypto sangat volatil.

Konsep Dasar

Pola chart adalah bentuk geometris yang berulang dalam pergerakan harga mata uang digital seperti segitiga, persegi panjang, dan wedge. Pola-pola ini menawarkan narasi visual tentang perilaku harga pasar, yang menandakan sentimen bullish, bearish, atau netral. Pola ini didasarkan pada probabilitas, bukan kepastian, dan efektivitasnya bergantung pada berbagai faktor, termasuk kondisi pasar dan timeframe.

Pola Pembalikan

Head and shoulders

Pola ini dianggap selesai ketika tinggi bahu kanan mencapai tinggi bahu kiri. Dalam kasus ini, head and shoulders dibalik. Perkembangan pembentukan pergerakan selanjutnya bergantung pada timeframe tempat pola terbentuk dan dapat berarti pembalikan global maupun lokal.

Double Top

Puncak ganda memiliki sifat untuk kembali ke awalnya, dan penting untuk memahami bahwa jika itu adalah puncak, maka pembentukan garis pertamanya harus dimulai mengikuti tren dari bawah; jika terbentuk dari keadaan datar, ini bukan pola, dan situasinya serupa dengan double bottom.

Triple Top

Pola ini memiliki makna yang mirip dengan pola "Double Top". Pola ini jauh lebih jarang muncul pada timeframe yang lebih kecil, tetapi setelah melihat struktur serupa, seseorang dapat masuk posisi dengan target jangka panjang.

Pola Kelanjutan

Triangle

Pola ini paling sering terbentuk ketika ada ketidakpastian di pasar. Misalnya, pasar menunggu berita penting yang dapat mengubah tren. Volatilitas menyempit, dan tepi-tepi segitiga terbentuk.

Ada tiga jenis pola: simetris (atau sama sisi), ascending, dan descending.

Segitiga divergen adalah segitiga simetris. Puncaknya mengarah ke kiri, dan harga bergerak di sepanjang tepi dengan perluasan volatilitas secara bertahap.

Flag

Pola ini terbentuk pada akhir fase pertama kenaikan atau penurunan dalam dua garis paralel. Secara visual, bentuknya seperti persegi panjang miring. Tinggi keluarnya dari flag kira-kira sama dengan ukuran flag.

Pada dasarnya, ini adalah analog dari flag tetapi dibuat pada akhir fase naik atau turun dalam bentuk segitiga.

Pola kelanjutan tren

Sesuai namanya, figur analisis teknikal seperti ini menandakan kelanjutan tren yang sedang berlaku. Komponen paling penting dari pola seperti ini adalah periode konsolidasi ketika harga bergerak dalam rentang yang relatif sempit atau semakin menyempit secara bertahap.

Di balik figur seperti ini, semacam jeda terjadi di pasar. Tren ini berlanjut setelah harga menembus kisaran trading.

Pola kelanjutan tren mencakup modifikasi dari segitiga, wedge, dan pennant.

Ingat bahwa wedge dapat dianggap baik sebagai pola pembalikan maupun figur kelanjutan tren (tergantung pada tren yang mendahului figur ini).

Tips Praktis untuk Trader

Tetap tenang dan hindari tekanan

Jangan mulai trading jika kondisi optimal untuk membuat keputusan yang tepat saat ini belum ada. Untuk setiap trade, Anda harus memiliki rencana trading yang mencakup pemahaman tentang level dan kondisi di mana transaksi akan ditutup. Tekanan tambahan apa pun berdampak negatif pada performa trading. Jangan pernah terburu-buru! Jika kesempatan untuk masuk terlewat, tunggu kesempatan berikutnya, lalu ambil.

Tentukan target dan pasang order jual

Menetapkan target dan memasang order jual: selalu tentukan target Anda dengan memasang order jual. Anda tidak bisa tahu secara pasti kapan whale memutuskan untuk pump koin Anda guna membersihkan order book (dan membayar komisi lebih sedikit daripada maker).

Pasang order beli di bawah harga saat ini

Strategi trading yang sukses juga melibatkan pemasangan order beli di bawah harga saat ini. Di exchange Poloniex pada Desember 2016, terjadi kejatuhan mendadak harga Augur, yang turun 75%, dan setelah beberapa saat pasar pulih sepenuhnya. Trader yang tidak malas memasang order di titik paling bawah chart mampu dengan mudah menggandakan atau melipatgandakan investasi mereka. 

Namun, memasang order seperti itu memerlukan kehati-hatian khusus. Anda harus terus memantau situasi agar tidak terjebak dalam penjualan sungguhan ketika harga terus menurun setelah order beli Anda tereksekusi.

Beli saat rumor beredar – jual saat berita keluar

Ketika publikasi bereputasi merilis berita terkait koin yang saat ini Anda transaksikan secara aktif, itu bisa menjadi momen yang tepat untuk melepas aset tersebut.

Apa yang harus dilakukan dengan profit yang hilang?

Situasi yang biasa terjadi adalah Anda menutup trade yang profitabel, tetapi setelah Anda menjual, koinnya justru melonjak lagi. Apa yang harus dilakukan? 

Pertama, kenali hukum Murphy. Tidak ada yang semudah kelihatannya. Segalanya memakan waktu lebih lama daripada yang Anda pikirkan. Apa pun yang bisa salah, akan salah.

Kedua, jangan pernah membuka trade di bawah tekanan dan jangan mengejar peluang yang sudah terlewat. Anda telah mencatat profit, yang berarti semuanya baik-baik saja. Tetap pada strategi trading Anda dan cari titik masuk baru.

Dan, tentu saja, selalu lakukan riset Anda sendiri (DYOR) dan jangan hanya mengikuti suasana pasar crypto yang volatil.

Kesimpulan

Mengidentifikasi pola kelanjutan tren memerlukan waktu. Menemukan pola bukanlah ilmu pasti, dan banyak trader melihat pola yang berbeda pada chart yang sama. Namun, semakin sering Anda bekerja dengan figur analisis teknikal, semakin mudah untuk menemukannya.

Pola chart adalah tools yang berharga bagi trader crypto, menawarkan wawasan tentang potensi pergerakan pasar, dan membantu trader membuat keputusan yang terinformasi. Namun, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat memengaruhi efektivitas dan keandalan pola chart di pasar crypto. Dengan memahami dan memanfaatkan pola-pola ini secara efektif, trader dapat meningkatkan strategi trading mereka dan memperbaiki tingkat keberhasilan keseluruhan mereka.

Bagikan:

Postingan Terkait

Ingin tahu lebih banyak?

Bergabunglah dengan newsletter kami — tetap terinformasi, tetap berdaya.