Apa itu KYT (Know Your Transaction)?
Know Your Transaction (KYT) memantau, menganalisis, dan menilai transaksi cryptocurrency secara real time, menandai risiko kejahatan finansial, paparan sanksi, dan aktivitas mencurigakan. Sementara Know Your Customer (KYC) memverifikasi identitas pengguna saat onboarding, KYT terus memantau bagaimana dana bergerak setelah akun aktif.
Fokus utama: identitas vs. perilaku
KYT mengalihkan fokus dari pemeriksaan identitas statis ke perilaku transaksi. Ini mengatasi paradoks "clean skin": seorang pengguna mungkin lolos KYC dengan identitas yang sah, dicuri, atau sintetis, lalu menggunakan akun tersebut untuk memindahkan dana melalui mixer atau layanan berisiko tinggi lainnya.
- KYC bertanya: siapa orang ini?
- KYT bertanya: apa yang mereka lakukan, dan dari mana uang ini berasal?
Cara kerja KYT dalam praktik
Mengubah data blockchain yang pseudonim menjadi insight yang bermakna melibatkan beberapa langkah.
Pemantauan blockchain menyediakan visibilitas real-time dengan menganalisis transaksi di berbagai jaringan. Atribusi wallet menghubungkan alamat blockchain ke entitas yang dikenal — seperti exchange, darknet market, atau layanan berisiko tinggi. Penilaian risiko kemudian menetapkan tingkat — rendah, sedang, atau tinggi — berdasarkan faktor seperti pihak lawan transaksi, jenis aset, dan pola transaksi.
Teknik forensik menambahkan lapisan analisis lain. Pengelompokan wallet mengelompokkan alamat yang dikendalikan oleh entitas yang sama. Taint analysis melacak pergerakan dana yang terkait dengan aktivitas ilegal. Cross-chain tracing mengikuti aset saat berpindah antar blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum.
Risiko yang diidentifikasi oleh KYT
Sistem KYT yang kuat dapat membantu mengidentifikasi pola transaksi dan indikator risiko yang terkait dengan kejahatan finansial.
Risiko pencucian uang dapat mencakup pola seperti layering, di mana dana bergerak melalui banyak transaksi atau wallet, atau structuring, di mana transfer besar dipecah menjadi jumlah yang lebih kecil. KYT juga dapat membantu menandai potensi paparan sanksi dan transaksi yang terkait dengan peretasan yang dikenal, serangan phishing, scam, marketplace darknet, atau aktivitas terkait ransomware.